Migrain, Gejala serta Pencegahannya

Migrain adalah suatu gangguan neurovascular yang disebabkan oleh inflamasi neurogenik. Kondisi ini dimanifestasi klinis nyeri kepala yang lebih dominan di satu sisi (unilateral) dan umumnya berdenyut (pulsating) yang berlangsung selama 4-72 jam. Pernah mengalami sakit kepala sebelah disertai rasa nyeri berdenyut pada kepala? Berarti kamu tengah mengalami migrain. Meskipun ada yang menganggap sepele, tetapi migrain yang tidak segera diobati bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Melansir National Health Service UK, migrain adalah gangguan kesehatan yang umum terjadi, dan dapat menyerang sekitar 1 dari setiap 5 wanita dan sekitar 1 dari setiap 15 pria. Kondisi ini umumnya dimulai ketika seseorang mulai beranjak dewasa. Ingin tahu beberapa fakta lainnya tentang migrain? 

Migrain Memiliki Beberapa Jenis

Berdasar gejalanya, migrain dibagi ke dalam beberapa jenis, antara lain: 

  • Migrain dengan aura, yakni kondisi saat sebelum, migrain dimulai akan muncul tanda-tanda peringatan khusus, seperti melihat lampu berkedip;
  • Migrain tanpa aura, ini adalah jenis yang paling umum, di mana migrain terjadi tanpa tanda-tanda peringatan khusus;
  • Migrain aura tanpa sakit kepala, juga dikenal sebagai silent migraine, yakni saat aura atau gejala migrain lainnya dialami, tetapi sakit kepala tidak berkembang.

Beberapa orang sering mengalami migrain, hingga beberapa kali seminggu. Sementara orang lain hanya mengalami migrain sesekali saja. Segera periksakan diri ke rumah sakit jika gejala migrain yang kamu alami sudah mengganggu.

Penyebab Migrain

Terdapat berbagai macam hipotesis mengenai migrain. Hipotesis neurovaskular menyatakan bahwa migrain adalah kepekaan sistem trigeminal vaskular yang diturunkan. Mekanisme utama yang mendasari seseorang mengalami migrain bisa meliputi teori biologis, psikologis, dan psikofisiologis. 

Dierkirakan penyebab migrain ada hubungannya dengan hormon, stres psikologis, makanan dan minuman tertentu, dan lingkungan sekitar. Migrain tidak bisa disembuhkan, tapi frekuensi dan rasa sakitnya bisa diringankan. Cara mengatasi migrain untuk tiap orang berbeda-beda. Ada sebagian orang yang merasa lebih baik dengan mengonsumsi obat tertentu, sementara ada juga yang merasa baikkan bila berbaring di dalam kamar gelap. Untuk menangani penyakit ini sebenarnya bergantung pada tingkat keseringan, seberapa parah migrain, dan kondisi kesehatan kamu. Berikut ini ada  4 pilihan buat kamu untuk mengatasi serangan migrain.

Beberapa orang juga menemukan serangan migrain terkait dengan pemicu tertentu, seperti dimulainya menstruasi, stres, kelelahan, atau efek samping makanan atau minuman tertentu.

Gejala Migrain

Satu atau dua hari sebelum migrain, pengidapnya mungkin akan merasakan beberapa perubahan halus yang bisa jadi peringatan bahwa migrain akan datang.

Beberapa gejala tersebut termasuk sembelit, perubahan suasana hati (dari depresi menjadi euforia), mengidam makanan tertentu, leher terasa kaku, rasa haus dan lebih sering buang air kecil, serta jadi lebih sering menguap.

Migrain Bisa Jadi Komplikasi

Migrain tergolong penyakit umum, beberapa orang menganggap bahwa migrain tidak perlu ditangani secara khusus. Padahal tanpa disadari, migrain tertentu bisa merujuk pada penyakit serius lain seperti stroke atau meningitis dengan gejala seperti sakit kepala tiba-tiba yang parah, lengan atau satu sisi atau seluruh wajah terasa lemas atau lumpuh, sakit kepala disertai dengan demam, leher kaku, kejang, penglihatan ganda, ruam kulit, dan kesulitan bicara sehingga gerak bibir sulit dimengerti.

Pencegahan Migrain

Hindari faktor-faktor pemicu yang bersifat multifaktorial, antara lain:

  • Faktor hormonal.
  • Diet (alkohol, daging yang mengandung nitrat, monosodium glutamat, aspartam, cokelat, keju yang sudah lama/basi, tidak makan, puasa, dan minuman mengandung kafein).
  • Psikologis (stres, kondisi setelah stres/liburan akhir minggu, cemas, takut, depresi).
  • Lingkungan fisik (cahaya menyilaukan, cahaya terang, stimulasi visual, dan sinar berpendar).

Obat Pereda Rasa Sakit

Cara mengatasi migrain bisa dengan mengonsumsi obat seperti aspirin, paracetamol, atau obat-obatan antiinflamasi non-steroid (NSAIDSs) seperti ibuprofen. Selain itu, acetaminophen dan obat yang merupakan kombinasi dari acetaminophen, aspirin, dan kafein cukup ampuh dalam mengobati migrain. Obat-obatan tersebut baiknya kamu konsumsi ketika gejala migrain pertama kali terasa agar memberikan jeda yang cukup agar obat bisa terserap ke dalam pembuluh darah dan meredakan sakit.

Ada baiknya sebelum kamu mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas tersebut, kamu membaca dengan baik petunjuk penggunaannya. Bila kamu merasa obat-obatan yang dijual di pasaran tidak bekerja dengan baik atau kamu justru berkegantungan dengan dengan obat pereda rasa sakit, lebih baik kamu diskusikan dengan dokter.

Triptan
Triptan termasuk ke dalam kelompok obat-obatan yang bisa meredam perubahan zat kimia di dalam otak yang menjadi pemicu migrain. Obat ini memiliki fungsi bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan menghambat penyaluran rasa sakit pada saraf otak. Pada umumnya triptan sering dianjurkan bila obat pereda sakit tidak efektif.

Obat-obatan Anti-Mual
Migrain sering membuat pengidapnya merasa mual dan terkadang muntah. Makanya cara pengobatan migrain juga memberikan obat anti mual. Biasanya dokter akan meresepkan obat ini bersamaan dengan triptan atau obat pereda rasa sakit. Efek samping dari obat anti mual adalah rasa mengantuk dan diare.

Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)

Cara mengatasi migrain di beberapa rumah sakit dilakukan dengan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS). TMS merupakan perangkat listrik kecil yang diletakkan di kepala yang berguna mengantarkan aliran magnetik melalui kulit. Penggunaan alat ini dalam jangka panjang  bisa memberikan efek samping seperti mengantuk dan kelelahan, kepala sedikit pening, mudah marah, dan otot bergetar sehingga membuat sulit berdiri.