Bisul dan Cara Mengobatinya

Bisul atau furunkel adalah infeksi kulit yang menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit. Mulanya, bisul tampak seperti ruam kemerahan di kulit yang terasa sakit saat disentuh. Lama kelamaan, kemerahan di kulit itu akan membentuk benjolan keras, terisi penuh oleh nanah dan kembali melunak saat disentuh. Benjolan kadang bisa menjadi sebesar bola ping-pong.

Bisul sering muncul di badan atau punggung, leher, ketiak, bokong, atau selangkangan. Tapi bisulan dapat Anda alami di mana saja di seluruh daerah kulit berambut yang rentan berkeringat atau mengalami gesekan.

Penyebab bisul

Penyebab utama bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus yang hidup di kulit, di dalam hidung, dan tenggorokan. Kulit merupakan bagian penting dari pertahanan kekebalan tubuh manusia terhadap materi asing dan kuman penyebab penyakit. Oleh karena itu, kulit yang rusak, seperti tergores atau tertusuk, dapat menjadi gerbang bagi bakteri masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi kulit di sekitarnya.

Beberapa bisul juga dapat disebabkan oleh infeksi dari rambut yang tumbuh ke dalam. Kulit yang terinfeksi mengacaukan kerja sistem imun tubuh sehingga lokasi luka jadi bernanah.

Siapapun bisa bisulan. Namun, orang-orang dengan penyakit tertentu atau yang mengonsumsi obat tertentu yang melemahkan sistem kekebalan tubuh lebih rentan untuk menderita bisulan. Penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh termasuk diabetes atau gagal ginjal. Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah misalnya karena usia tua atau HIV, Anda juga rentan bisulan.

Cara mengobati bisul

Bisul yang “matang” pada umumnya bisa pecah dengan sendirinya dalam 1-2 minggu, ditandai dengan nanah yang mengalir keluar dari kepala bisul. Untuk mempercepat proses penyembuhan bisul, Anda dapat melakukan pengobatan rumahan di bawah ini:

  • Kompres air hangat. Lakukan selama 10 menit, beberapa kali dalam sehari. Kompres air hangat dapat mengurangi rasa sakit dan memancing nanah naik ke permukaan. Bisul dapat pecah dengan sendirinya setelah beberapa kali kompresan rutin. Setelah menyentuh bisul, selalu cuci tangan Anda dengan sabun.
  • Cuci dengan sabun antibakteri. Ketika bisul mulai kering, cuci dengan sabun antibakteri sampai semua nanah terkuras habis dan lap dengan alkohol. Oleskan salep antibiotik dan tutup luka dengan perban. Rutin cuci luka bisul dan ganti perban dua sampai tiga kali sehari.

Bisul jangan dipencet. Memencet bisul dapat meningkatkan risiko penyebaran infeksi. Bila terlanjur menyebar, bisulan dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Satu contohnya termasuk selulitis, jenis infeksi bakteri serius pada kulit. Infeksi juga bisa masuk ke dalam aliran darah dan memicu keracunan darah (sepsis) yang berpotensi menyebabkan infeksi pada organ-organ dalam tubuh, misalnya jantung (endocarditis) bahkan hingga ke tulang (osteomielitis).

Pencegahan bisul

Bisul dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri. Berikut adalah beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menjaga kebersihan diri:

  • Tidak berbagi penggunaan barang pribadi dengan orang lain, misalnya handuk, alat cukur, atau pakaian
  • Membiasakan untuk mencuci tangan secara teratur dengan sabun
  • Bila terdapat luka, baik goresan, luka robek, ataupun luka potong, segera bersihkan dan rawat luka dengan benar
  • Olahraga teratur dan makan makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menghindari kontak langsung dengan penderita infeksi kulit

Kapan bisul perlu diperiksakan ke dokter

Bisulan jarang membutuhkan penanganan medis oleh dokter. Tapi kunjungi dokter jika bisul timbul lebih dari satu di waktu yang bersamaan, atau jika muncul salah satu atau lebih gejala di bawah ini:

  • Muncul di wajah
  • Timbul demam dan menggigil
  • Diameter lebih dari 5 cm
  • Tidak sembuh dalam dua minggu (tidak kunjung pecah setelah pengobatan sendiri)
  • Kelenjar getah bening Anda membengkak
  • Timbul garis-garis atau kemerahan di kulit sehat sekitar bisul
  • Rasa sakitnya semakin parah atau sangat menyakitkan
  • Anda memiliki murmur jantung, diabetes, masalah dengan sistem kekebalan tubuh, atau menggunakan obat-obatan yang melemahkan imun tubuh (misalnya kortikosteroid atau kemoterapi) dan muncul bisul di kulit

Jika infeksi telah menyebar ke jaringan yang lebih dalam atau meluas, sampel nanah dapat diambil untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi lebih akurat. Hasil sampel nanah dapat memandu dokter tentang pilihan antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati masalah Anda. Contoh obat yang telah digunakan dalam pengobatan bisul meliputi salep clindamycin, mupirocin, dan cephalexin.