Air Mineral, Kandungan Serta Bedanya Dengan Air Putih Biasa

Secara sepintas, air mineral dan air putih memang terlihat sama. Namun, keduanya tetap memiliki perbedaan, Air putih biasanya didapatkan dari sungai, danau, atau sumber alami lainnya. Sedangkan, air mineral dihasilkan dari daerah yang mengandung mineral yang tinggi. Biasanya air mineral mengandung zinc, zat besi, kalsium, dan magnesium.

Maka dari itu, tidak semua air yang kita konsumsi bisa disamaratakan. Meski demikian, air putih masih bisa kita ubah menjadi air mineral. Kamu tinggal menambahkan nutrisi ke dalam air putih

Di samping makanan, air mineral juga bisa menjadi sumber asupan mineral untuk tubuh kita. Air mineral merupakan air yang telah dilengkapi dengan kandungan mineral dan senyawa alami lain di dalamnya. Tidak semua sumber air dapat menghasilkan air mineral. Air mineral hanya bisa didapatkan dari sumber air yang terletak di daerah yang kaya akan mineral.

Kandungan dan Manfaat Air Mineral

Air mineral mengandung beragam mineral, antara lain magnesium, kalsium, natrium, dan selenium. Berkat kandungan inilah air mineral memiliki banyak manfaat yang baik untuk tubuh.

Berikut ini adalah manfaat air mineral yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsinya secara rutin:

Silika

Silika adalah salah satu zat gizi yang berguna dalam pemeliharaan kesehatan tulang dan jaringan. Silika bersama kalsium bermanfaat untuk mencegah keropos tulang (osteoporosis) dan memperkokoh jaringan serta peremajaan kulit. Silika banyak terkandung dalam jaringan pembuluh darah, kulit, dan rambut. Silika berfungsi penting bagi integritas atau keutuhan jaringan pembuluh darah untuk mengurangi risiko atereosklerosis (Santoso et al, 2012).

Magnesium dan Kalsium

Kalsium dan magnesium memiliki peran penting dalam struktur tulang, kontraksi otot, transmisi impuls saraf, pembekuan darah, dan pengiriman sinyal pada sel. Kekurangan magnesium berdampak pada fungsi saraf, yang dapat mengakibatkan anoreksia, kelemahan otot, kelelahan, dan ketidakseimbangan dalam berjalan (WHO, 2009).

Natrium dan Kalium

Cairan dalam tubuh dibagi dalam dua kompartemen utama yaitu cairan ekstrasel dan cairan intrasel. Dalam dua kompartemen tersebut terdapat zat terlarut berupa elektrolit, antara lain natrium dan kalium, yang penting dalam mengatur keseimbangan cairan dan fungsi sel (Santoso et al, 2012).

Zink dan Selenium

Zink berperan penting dalam pembentukan inti sel (DNA) dan protein, perkembangan sel serta turut bekerja dalam 300 enzim manusia. Zink juga penting bagi pertumbuhan dan saraf otak. Selain zink, zat selenium dapat memperbaiki sistem imunitas (Santoso et al, 2012).

Perbedaan Air Mineral dengan Air Putih

Walaupun memiliki wujud, warna, dan rasa yang cenderung mirip, air mineral dan air putih tidaklah sama. Keduanya memiliki perbedaan dari segi sumber, proses pengolahan, maupun kandungannya.

Air mineral diambil dari sumber mata air pegunungan vulkanik yang kaya akan mineral alami. Setelah itu, air diolah tanpa penambahan zat lain. Jadi, kemurnian air tetap terjaga. pH atau derajat keasaman air mineral biasanya antara 6–8,5.

Air putih biasa memiliki pH antara 5–7,5. Air putih bisa didapatkan dari sungai dan danau atau dari sumur. Sebelum layak minum, biasanya air ini melewati banyak proses penyaringan sehingga kandungan mineralnya berkurang.

Dilihat dari sumbernya, air putih juga bisa saja mengandung bakteri dan parasit dari kotoran manusia atau hewan. Hal ini dapat menyebabkan penyakit jika air putih tidak dimasak dengan benar sebelum dikonsumsi. Selain itu, air dari sumber tersebut juga bisa saja mengandung bahan kimia dari limbah industri yang tidak tersaring.

Selain itu, orang yang rentan terkena infeksi karena suatu penyakit atau kondisi tertentu juga dianjurkan untuk mengonsumsi air mineral daripada air sumur atau air keran yang dimasak. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna memastikan jenis air minum yang baik untuk dikonsumsi sesuai kondisi kesehatan Anda.