Meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ) Agar Anak Cerdas dan Bahagia

Anak Berbakat

Anak Berbakat

Banyak orang tua yang berpendapat bahwa anak yang ber IQ tinggi akan berhasil dalam hidupnya kelak. Angka rapor yang bagus meramalkan anak akan hidup sukses dengan rumah tangga yang harmonis. Ini adalah harapan bagi semua orang tua. Sayangnya kita lupa dengan satu hal; yang mungkin sekali lebih penting dari kecerdasan intelektual.

Perhatikan beberapa orang di kantor Anda. Si A dalam segi kepintaran bisa dibilang biasa saja, tapi punya kemampuan di atas rata-rata soal berempati. Dia pintar mengelola emosi dan bisa menjadi pemersatu jika suasana sedang panas. Si B pintar dan mampu menguasai detail teknik berjalannya departemen. Jelas sekali mana yang lebih dulu diangkat sebagai manajer. Kerja tak hanya berkaitan dengan kecerdasan menguasai kemampuan teknis dan analisa, kebanyakan berhubungan dengan bagaimana efektifnya kita bekerja dalam tim. Bisnis adalah soal manusia. Di dunia kerja, orang dengan kecerdasan emosional tinggi diminati banyak perusahaan. Manajer yang andal tak hanya jago mengelola pekerjaan timnya tapi juga mengendalikan emosi saat memimpin dan berinteraksi. Semua ini berkaitan dengan bagaimana kita berhubungan dengan orang lain. Jelas sekali IQ anak bukannlah penentu keberhasilannya di masa depan. Anak akan berhadapan dengan banyak masalah hidup. Dia harus mampu menyadari emosi yang dialami dan bagaimana mengelolanya. Saat di marah luar biasa atau tertekan, respon apa yang diambil. Slalu ada dua jalan yang bisa diambil, respon positif atau negatif. Kecerdasan emosional juga berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi dan berempati. Anak dengan EQ yang tinggi tidak patah di saat sulit tapi bertahan dan semakin dewasa. Dia mampu bangkit kembali dalam waktu singkat, dab jadi lebih berhasil. Inilah yang kita inginkan ada pada Anak, EQ yang tinggi.

IQ nyaris tetap, IQ anak tidaklah berubah banyak saat dia dewasa. Lain ceritanya dengan EQ yang masih bisa ditingkatkan. Kita bisa membantu anak agar kecerdasan emosionalnya bertambah. EQ bisa dipelajari dan dilatih. Inilah hal penting yang menjadi fokus kita.

 

 

EMOSI DAN OTAK

 

Bicara soal emosi dan otak, kita akan segera bicara soal amigdala. Amigdala adalah pusat memori yang mengaitkan dengan emosi dengan seluruh kejadian atau situasi yang dialami. Ini adalah bagian otak yang membuat kita bertindak tanpa sempat berpikir. Misalnya, tiba-tiba menceburkan diri ke kolam renang saat meliha tenggelam. Ini terjadi tanpa sempat kita memproses langkah apa yang dilakukan. Memutuskan terjun ke kolam renang adalah tindakan yang diambil tanpa melalui bagian otak rasional. Ini dilakukan oleh bagian otak emosional kita, dalam waktu sangat cepat.

Amigdala adalah pusat segala hal yang berkaitn dengan emosi. Amigdala menyisipkan segala hal yang bekaitan dengan emosi. Amigdala menyisipkan semua kenangan dan respons emosi pada setiap kejadian, situasi atau benda. Bau melati menyisipkan kenangan wangi nenek serta rasa nyaman bersamanya, atau bau densol mengingatkan perasaan tak enak dan menderita waktu di rumah sakit. Hidung dan mata kita menangkap bau serta benda yang dilihat. Informasi ini kemudian dikirim ke thalamus. Di thalamus sinyal ini dikirim ke neo korteks dab amigdala. Amigdala pada banyak situasi lebih cepat berespons daripada neokorteks. Ini disebabkan karena sinyal dati thalamus tidak melewati lebih banyak lapisan seperti di neo korteks. Ini yang membuat amigdala lebih berperan dalam respons yang kita lakukan saat genting. Artinya emosi bisa jadi penentu respons yang diambil.

Bagian otak paling primitif manusia adalah pusat emosi, dari batang otak terbentuklah pusat emosi. Kemudian baru jutaan evolusi manusia, neokorteks atau bagian otak untuk berpikir analitis dan rasional tumbuh di atasnya. Jadi emosi adalah bagian paling tua dan sudah ada sebelumnya adanya otak rasional, ini juga membuat kita sadar bahwa emosi pegang peranan penting dalam kebahagiaan hidup.

 

 

MENINGKATKAN EQ ANAK

 

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengetahui emosi yang dirasakan serta mampu mengendalikannya. Ini menyangkut kemampuan mengatur suasana hati, mengendalikan kemarahan serta rasa takut, berempati dengan orang lain, bertahan saat stres dan tetap bisa berpikir rasional, serta tidak berlebihan saat senang.

  1. Ajari anak agar paham emosi yang dirasakan

Anda adalah pelatih EQ anak. Pertama sekali yang Anda perlu lakukan adalah memahami emosi anak dan menjelaskan apa yang dirasakan. Saat anak marah biarkan dia tahu apa yang dirasakan anak. “Marah sama Nina?,”Sedih? Ngga ada yang mau main sama kamu di sekolah?”,”kesal? Nilai Anton lebih tinggi dari kamu ya? Inilah pertanyaan yang Anda ajukan pada anak saat dia mengalami emosi kuat. Membuat anak mengenal emosi yang dirasakan adalah langkah penting dalam mengelola emosinya. Sadari lalu mengambil respons positif untuk setiap emosi yang di alaminya. Hindari menghina anak, seperti,”kok begitu aja marah?”,”bikin malu aja, soal kecil bikin ngamuk seperti itu”,”Sudah jangan nangis kayak anak kecil aja!” Respon seperti itu membuat anak menutup emosi, menghindari dan malah membuat respon berlebihan jika emosinya tak mampu dibendung lagi.

  1. Membiarkan anak melepaskan emosinya tanpa batas adalah kesalahan lain orang tua. Merusak mainan, membongkar semua isi lemari dan menginjak-injak bajunya karena kesal adalah bentuk pelepasan emosi yang tak terkendali. Ini juga harus dikendalikan orang tua sebagai pelatih EQ anak. Duduklah bersama anak, pahami perasaanya lalu bantu anak menemukan cara efektif menurunkan emosinya. Kadang, tanpa banyak bicara, hadir bersama anak, dan memahami apa yang dirasakan sangat membantu anak. Lakukan hal kreatif dan tawarkan pada anak cara mengelola emosinya. Jangan paksa tapi biarkan anak memilih.

Anda harus terbuka dan menjadi peka dengan emosi. Kedekatan emosi adalah langkah lain yang perlu Anda ambil. Meluangkan waktu berdua anak dan melakukan hal yang disukainya menjadi cara ampuh pengejaran EQ. Menjadi pelatih EQ anak membutuhkan keberanian luar biasa Anda. Membantu anak memahami emosinya secara tak langsung menjadikan Anda juga sadar akan emosi yang Anda alami. Inilah langkah yang tak hanya menjadi anal lebih bahagiam juga mendorong Anda jadi lebih bahagia. Tapi usaha Anda tak akan terbayar sia-sia. Anak yang dibesarkan oleh orang tua yang paham emosi akan tumbuh menjadi anak yang menunjukan banyak kasih sayang dan tak banyal berbenturan dengan orangtuanya. Anak akan lebih bahagia dan jauh dari hal berbahaya seperti penggunaan obat terlarang. Inilah langkah penting yang tak hanya membuat anak jadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat, juga Anda yang lebih paham dan mencintai diri apa adanya.

Incoming search terms:

  • mkanan untk anak supaya pintar dan eq nya

You may also like...

Powered by Yahoo! Answers