Dampak Televisi Bagi Pertumbuhan Bayi

Bayi dan Televisi

Bayi dan Televisi

Anda mungkin terkejut bila membaca hasil penelitian para pakar kesehatan di jerman baru-baru ini. Dalam penelitian yang dimuat di majalah Neu-isenburg itu di sebutkan bahwa televisi pada dasarnya tidak baik bagi perkembangan otak bayi, termasuk pula berbagai program khusus televisi yang dirancang khusus untuk bayi.

Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Manfred Spitzer dari Ulm, Amerika Serikat (AS) itu mengatakan bahwa suara dan gambar yang timbul dari televisi, sama sekali tidak bisa diproses oleh otak bayi. “akibatnya, bayi mulai mengalami gejala gangguan dari televisi,”katanya.

Penelitian itu dilakukan terhadap dua kelompok bayi yang memiliki kisaran umur 9 hingga 12 bulan di AS. Para bayi kelompok pertama, peneliti membacakan dongeng dalam bahasa China. Sedangkan para bayi di kelompok kedua hanya mendengarkan dongeng yang sama melalui pesawat televisi.

Hasilnya, para bayi di kelompok peetama secara mengejutkan bisa mengenali suara dalam bahasa China dalam waktu dua bulan berselang. Sementara bayi yang berada di kelompok kedua hanya mendengarkan dan melihat tampilan layar di televisi serta tidak mempelajari apapun.

Kesimpulannya, bila bayi terbiasa menonton cerita dongeng di televisi, maka bayi hanya bisa mengidentifikasi kosakata sekitar 10 %. Namun, bila orang tua terbiasa mendongengkan bayi, maka daya tangkap bayi terhadap kosakata akan meningkat di atas 15%.

Sama halnya dengan pesawaat televisi, video khusus bayi yang semula bertujuan untuk merangsang pertumbuhan otak bayi, malah sebaliknya memperlambat perkembangan kosakata pada bayi, jika semua digunakan secara berlebihan.

Bayi yang menonton video dan DVD bayi selama empat jam per hari rata-rata memahami enam sampai delapan kata lebih dibandingkan dengan bayi yang tidak menontonnya. Bayi yang lebih tuda tak terpengaruh atau terbantu oleh video itu, kata para peneliti dari University of Washington, Frederick Zimmerman.

Zimmerman dan rekannya melakukan wawancara telepon secara acak dengan lebih dari 1.000 keluarga di Minnesota dan Washington yang memiliki bayi dan mengajukan pertanyaan terperinci mengenai kegiatan menonton video dan televisi. “hasilnya mengejutkan kami, tapi semuanya masuk akal. Hanya sejumlah jam terbatas saat bayi melek dan sadar,” kata Andrew Meltzoff, ahli psikologi yang ikut dalam studi itu.

“jika bayi belajar mengenai kata lewat DVD dan televisi, dan bukam dengan orang yang berbicara dengan kebapakan atau keibuan, gaya bicara melodis yang kita gunakandengan anak kecil, bayi tak memperoleh pengalaman linguistik yang sama,”kata Meltzoff.

Dua penelitian ini sepakat orang tua adalah guru pertama da terbaik bagi bayi. Bayi secara insting menyesuaikan cara bicara, pandangan mata, dan tanda sosial guna mendukung ketepatan bahasa. Menonton televisi dan DVD yang menarik perhatian mungkin bukan penganti yang setara bagi interaksi hangat sosial manusiawi pada usia ini.

Kebutuhan Stimulasi

Dijelaskan oleh dr. Setyo Handryastuti SPA(K), perkembangan otak bayi sudah terbentuk saat bayi berada di dalam kandungan ibu. Perkembangan otak terjadi mulai saat pembuahan dan sebagian besar selesai sampai bayi itu lahir.

“setelah lahir, bayi belajar dari lingkungan yang membentuknya. Perkembangan otak bayi dipengaruhi oleh gizi dan stmulasi positif dengan tujuan untuk meningkatkan kematangan dan emosional anak,”katanya,

Jadi kalau bayi dibiarkan menonton televisi terus menerus maka bayi akan terganggu perkembangan interaksi, komunikasi, dan bahasanya. Karena komunikasi yang berlangsung saat bayi menonton televisi adalah komunikasi searah, bukan komunikasi dua arah.”Bayi menonton televisi boleh, tetapi tidak boleh ter lalu lama dan harus ada interaksi dengan orang lain. Tetapi kalau bayi hanya menonton televisi saja, jelas itu akan mengganggu perkembangannya,”jelasnya panjang lebar.

Lebih lanjut ibu Handry mengatakan, perkembangan bayi sangat beragam. Bisa dari motorik kasar, motorik halus, bahasa, komunikasi, interaksi, dan kecerdasan. Perkembangan itu bisa optimal manakala tercukupinya kebutuhan nutrisi pada bayi dan kebutuhan stimulasi.

Adapun kebutuhan stimulasi ini pun juga bentuknya beragam. Bisa dengan pengasuhan atau bermain dengan interaksi dua arah. Dengan stimulasi seperti itu dapat memacu tidak hanya komunikasi tetapi perkembangan seluruhnya, kemampuan motorik (motorik kasar-motorik halus), kemampuan komunikasi, dan kemampuan bicara.”Sensorik dan motorik kalau tidak diransang tidak bisa berjalan dan berkembang,” katanya.

Oleh karenanya, apabila bayi dibiarkan menonton tayangan televisi menerus tanpa adanya interaksi dengan orang lain maka perkembangan bayi akan mengalami keterlambatan. Seperti misalnya komunikasi, interaksi, dan  bayi cenderung pasif atau tidak berkembang karena tidak adanya interaksi dua arah.

“Dengan demikian, bayi tidak belajar merespons suatu tansangan, padahal kerja otak yang berhubungan dengan merencanakan dan melakukan tindakan itu mencakup semua bagian otak,”ujarnya.

Psikolog Mira D. Amir, mekatakan, perkembangan otak bayi sangat pesat terjadi sampai bayi berusia 5 tahun. Pasalnya periode ini merupakan periode yang sangat menentukan bagi perkembangan kecerdasan bayi.”Untuk itulah perlu stimulus sehingga perkembangan otaknya bisa optimal. Stimulus bayi diharapkan beragam, berupa interaksi langsung dengan si bayi sehingga apa yang ia pelajari, bisa terekam dan membentuk ikatan yang kuat di syaraf-syarafnya,” katanya.

Hal yang bisa menstimulus otak bayi bermacam-macam, terutama yang berasal dari sensorik dan motorik bisa juga dari penglihatan ataupun dari pendengaran. Televisi memang dapat membantu, tetapi tidak semua umur bisa mengonsumsi tayangan televisi.

Kalau sekarang ada baby channel, merupakan salah satu upaya agar televisu dapat mudah dicerna untuk bayi. Meskipun demikian, baby channel tidak cukup diberikan karena bayi memerlukan stimulus yang lain seperti pembauan, perabaan, pencecapan, atau dari motoriknya misalnya; memegang sesuatu, berjalan sendiri, menendang bola, naik sepeda, menyeimbangkan gerakan,dan sebagainya.

Sampai anak berusia 1 tahun yang diperlukan adalah psikomotoriknya. Jadi pada usia setahunan, anak perlu membentuk ikatan dengan orang ladi atau orang yang dekat dengannya. Secara signifikan orang tua atau pengasuh akan mengasah kemampuan motoriknya seperti menggapai, memegang barang,duduk, rambatan, merangkak, dan berjalan. Kalau bai hanya didudukan di depan televisi, dia akan menjadi bayi yang malas karena kurang dilatih dan kurang diransang kemampuan motoriknya.

You may also like...

Powered by Yahoo! Answers